Minggu, 03 November 2013

sedikit tentang al qur'an

repost from notes fb on July 11, 2012 at 10:14am
Al qur’an  adalah pedoman hidup, menjadi langkah dasar kita berperilaku, bersikap, dan bertindak, di mana pun kita berada. Al qur’an akan membawa kita pada keselamatan, kenyamanan, keberkahan, dan kebahagiaan. caranya?
  1. Membacanya
  2. Mentadabburinya
  3. Menghafalnya
  4. Mengaplikasikannya
  5. Menyampaikannya kepada orang lain
Kita mulai dari yang pertama dulu. Mulailah untuk mewajibkan membaca Al qur’an, Buat janji dengan Al qur’an. Mungkin sehari membaca 1, 2, atau 3 halaman, atau mungkin 1 juz bagi yang sudah bagus bacaannya. Karena ketika kita tidak membuat janji, tidak akan ada ikatan. Dengan mudah kita akan melalaikannya ketika ada  hal lain yang menyibukan kita.
Dalam membaca al qur’an kita harus tata’atsar. Tata’atsar adalah memiliki kesan dan pesan tersendiri ketika kita membaca sebuah ayat. Jangan ketika kita membaca ayat seolah tidak ada pesan dan kesannya. Jadi kesannya apa, pesannya apa?
Membaca ayat tentang surga ketawa, g ada rasa ingin, membaca ayat neraka juga ketawa, g ada rasa takutnya. G ada bedanya membaca ayat surga dan ayat neraka, kan bingung tuh… berarti tidak masuk SMS, tidak masuk kesan dan pesannya gusti allah..
Ketika kita sudah tata’atsar, kita akan betul betul terbawa, emosi kita terbawa dalam ayat-ayat itu. Contohnya adalah ketika kita membaca ayat tentang surga, bergembiralah, dan berdoa agar kita bisa masuk ke dalamnya, dan kalau bisa menangis..
Bayangkan seorang anak kecil yang menangis ketika ditinggal orang tuanya plesiran. Tidak diajak. Nah begitu halnya ketika kita membaca Al qur’an di mana di dalamnya ada kisah kisah para sahabat, syuhada, dan shalihin yang sudah berada di naungan Allah di dalam surganya dan kita tidak diajak,, menangislah kita..
Pernah menangis ketika membaca Al qur’an?
Dengan kita menangis ketika membaca Al qur’an, ini menjadi pertanda bahwa al qur’an telah masuk ke dalam sanubari kita.  Nah, bagaimana biar bisa menangis? Caranya adalah dengan yakin bahwa yang di Al qur’an adalah benar, dan kita faham itu.
Kemudian renungi betul, karena yang bisa membuat kita menangis adalah diri kita sendiri. Kita bisa nangis karena mengikuti prosesnya, karena kita tau betul. Bayangkan ada beberapa jenazah. Ketika kita melihat jenazah yang bukan orang yang kita kenal, maka kita akan biasa biasa saja, tapi ketika kita tau bahwa salah satu jenazah adalah keluarga kita, maka hati kita langsung akan terpaut, menangislah kita.
Ayat ayat dalam al qur’an bisa diibaratkan dengan jenazah itu tadi. Ketika hati kita terpaut, maka akan menangislah kita, air mata akan jatuh bercucuran tanpa dibuat.
HADIRKANLAH HATI kita ketika membacanya. Karena ketika hati kita sudah terpaut dalam ayat ayat tersebut maka hati kita akan tersentak, akan trenyuh, dan semakin mengerti akan kebesaran Allah, dan hati kita akan menjadi tenang.
Al qur’an tidak akan mudah masuk ke dalam hati ketika masih banyak maksiat. Perbanyak istighfar, sucikan dari segala macam dosa. Karena Al qur’an datangnya dari Allah, dan Allah yang akan memberikan pemahaman.
Kadang kita terlalu tertumpu pada para munfasir, kalau kita mendapati perbedaan munfasir, jangan terlalu mengedepankan akal, karena perbedaan itu tergantung keyakinan masing masing. Karena tidak pernah ada orang yang terjaga kebenarannya kecuali rasulullah. Jadi sekedarnya saja dalam menghadapi perbedaan munfasir. Gabungkan saja selama itu masih dalam koridor yang benar. Dan pahami bahwa itu merupakan cara untuk memahaminya saja. Tidak usah diperdebatkan. Karena itu adalah tambahan ilmu.
Setelah kita mengikat janji dengan Al qur’an, selanjutnya mohonlah pada Allah agar diberi kekuatan untuk bisa memenuhi janji tersebut. Laa khaula wala quwwata Illaa billah. Tidak ada kekuatan kecuali datangnya dari Allah.

Jika ada kebenaran datangnya dari Allah, semoga bermanfaat.
11juli12, dari salah satu kajian di radio pwt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar