Rabu, 25 Februari 2015

8 Jam Bekerja = 8 Jam Beramal Shalih

Sebagian orang memaknai bekerja sebagai sarana utk mendapatkan penghasilan. Sesungguhnya penghasilan yang diperoleh tidaklah sebanding dengan pengorbanan orang tua yg telah mendidik, guru-guru yg telah memberi pengajaran, dan seluruh pihak yg berperan dalam setiap proses kita berada pada posisi sekarang. Apalagi jika dibandingkan dengan pemberian Allah hingga detik ini. Mata yang masih bisa melihat, kaki yang masih berjalan... Sebesar-besarnya penghasilan kita tidak bisa untuk membeli kedua biji Mata kita. Penghasilan kita terlalu kecil dibandingkan dgn modal yang Allah berikan.

"Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (At Taubah: 105)

Jadi, apa yang seharusnya menjadi motivasi kita dalam bekerja? Ya, seperti disebutkan dalam ayat tadi bahwa bekerja adalah dalam rangka menjalankan apa yang diperintahkan Allah. Kerja sendiri itu adalah perintah Allah. Dan Allah lah yang akan menilai kerja kita.

Bekerja adalah menjalankan perintah Allah. Sementara rizki itu jaminan Allah. Dua hal yang terpisah. Rizki yang kita peroleh bukanlah semata-mata karena kerja kita.

Bekerja adalah ibadah, salah satu bentuk menjalankan perintah Allah. Maka, jadikan Allah sebagai tujuannya.

"Inna shalaati wanusuki wa makhyaya wa mamaati lillaahi robbil 'alaamiin...
Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Rabb semesta alam..
Bekerja bukan karena alasan finansial. Tapi motivasikan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah. So, lakukan yang terbaik.

Sebagian besar rizki yg kita terima bukan karena kerja kita. Ingat bahwa rizki bukan melulu soal gaji, soal uang. Sahabat yang baik pun adalah rizki. Dan ingat pula bahwa selama jatah rizki kita belum habis. Allah tidak akan menutup usia kita.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT berfirman: "Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kpd-Ku, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu."
(HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim)

Hanya ada dua opsi dalam kita bekerja, kita menjadi Budak Allah atau budak dunia. 
1. Budak Allah. 
Akan diberi dua hal. Tenang dan dicukupkan kebutuhannya. Semakin sibuk ia, maka ia akan merasa semakin butuh Allah, dan semakin mendekat ia pada Allah. 
2. Budak dunia.
Jiwanya tidak tenang dalam bekerja. Tidak pernah merasa cukup. Hatinya gelisah, tangan selalu sibuk, dalam keadaan miskin maupun kaya.
Ketika kita merasa terhimpit masalah, kesibukan tiada henti, bisa jadi kita sdg diperbudak oleh dunia. Yuk cek lagi niat kita...

Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. (As Syuura:20)

  • Allah menyuruh kita bekerja untuk menjemput rizkinya, agar kita semakin bersyukur ketika mendapatkannya.

Tumbuhnya rasa syukur adalah kenikmatan. 
Rasa syukur yg sesungguhnya adl mensyukuri rasa syukur.

  • Perintah dan larangan Allah adalah pedoman utama dalam bekerja.
Halal haram menjadi pijakan, bukan keuntungan semata.

"Kejujuran adalah ketenangan, sedang kebohongan adalah kegelisahan."(HR. Ahmad)
Allah akan mencabut keberkahan pada setiap kebohongan. Sementar kebaikan akan tumbuh bercecabang. 
Ada ungkapan mencari yang haram saja sudah apalagi yg haram. Ini SALAH. Yang benar adalah Allah yg Maha pengasih dan penyayang memberikan rezeki halal melimpah ruah, buat apa susah-susah mencari yg haram?
Coba sebutkan 10 pekerjaan yg haram?
Pasti tidak akan semudah kita menyebutkan yang halal.

Ingat, tidak ada satupun yang haram yang membawa kebaikan.

  • Bekerja adalah sarana membangun persaudaraan.
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (Al hujurat:10)


Hubungan pekerjaan hendaknya diikat dengan ikatan persaudaraan, dalam iman, dalam ukhuwah islamiyah. Bahkan tidak hanya di dunia, melainkan hingga ke akhirat. Kalau tdk diikat ukhuwah bekerja akan tidak akan menyenangkan.

  • Berlapangdadalah, maafkanlah.

"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (An nuur: 22)

  • Tersenyumlah. :)

"Senyummu bagi saudaramu adl sedekah." (HR. Tirmidzi)

Senyum itu sederhana, tapi membawa manfaat yang luar biasa.
Syarat senyum itu cuma satu. Harus Ada orang lain. :)

  • Bekerja adalah sarana beramal shaleh.
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (An Nahl: 97)

Ketika ditanya seorang dokter spesialis wasir, "dok, ko mau si jadi spesialis wasir?"
"saya melakukan pekerjaan ini karena saya yakin tidak banyak orang yang mau. Dan menurut saya banyak orang yang butuh ditolong karena penyakit ini...
Subhanalloh... Bagaimana dengan posisi kita sekarang?
Bekerja apapun yg halal, pasti disana kita sedang menolong orang.

Jadi, pekerjaan kita adalah ladang amal shaleh kita.
Bekerja bukan karena apa yg kita miliki kurang. (Ingat, qonaah itu Ada dalam Hati, bukan dalam ikhtiar). Tapi karena Allah memang menyuruh kita untuk bekerja. 

Pastikan bahwa ada org lain yang mendapatkan manfaat dari kerja kita.
8 jam kita bekerja, 8 jam kita beribadah, 8 jam kita beramal shaleh.
Akan terlalu remeh jika semata-mata diniatkan hanya untuk mendapatkan uang.

#SholahudinKPDJP#25/2/15

Senin, 23 Februari 2015

Alhamdulillah, masih diingatkan...

Alhamdulillah, atas segala nikmat yang Allah curahkan hingga detik ini.
Allohumma a’inni ‘alaa dzikrika wakhusni ‘ibaadatik.
Ya Allah, semoga hati-hati kami, selalu Engkau jaga untuk selalu ingat kepada Mu.
Karena, hanya dengan mengingat-Mu, hati ini akan tenang.

Tadi pagi tiba-tiba teringat satu tulisan teman,,
Yang dia ingin menyempurnakan separuh agamanya dengan salah satu alasan ingin menagih janji Allah.
Apa, menagih janji Allah? Apakah pantas, seorang hamba yang hina ini menagih janji Allah? Sungguh tidak pantas. Karena Allah tidak pernah ingkar janji.
Tidak pantas untuk manusia menagih janji Allah dengan bekal amalnya. Bukankah setiap amal yang dilakukannya itu pun karena karunia Allah? Setiap kebaikan yang ada itu karena Allah. Tidak ada hak untuk manusia menuntut balasan atas setiap amalnya.
Ketika apa yang kau inginkan belum engkau dapatkan, jangan pernah salahkan pihak lain, apalagi Allah. Tunjuk diri sendiri. Pasti. Pasti masih ada yang salah dengan diri.

Alhamdulillah, semoga kita senantiasa menjadi hamba yang banyak bersyukur atas segala nikmat, musibah, dan penghindaran dari musibah.
Alhamdulillah, Allah masih menjaga diri ini dari keburukan yang mungkin bisa jadi akan terjadi. Tadi pagi, agak sedikit lebih siang dari biasanya berangkat ke kantor, Ketika baru keluar kamar kosan, ngunci pintu, Tiba-tiba inget sesuatu..
“Dompet, tadi malem kan abis belanja ke tokem. Dompet ada di tas kecil.”
Lalu ngecek tas. Iya Bener, ngga ada. Masuk lagi,
Bener, dompet masih ada di tas kecil.
Alhamdulillah, klo ketinggalan bahaya, SIM STNK disana. Alhamdulillah, Allah masih mengingatkan...

Lagi. Udah ready, motor udah panas, tinggal cus dari kosan. Terus tiba-tiba sadar, “Ko ngga pake helm?”
Alhamdulillah, masih diingatkan. Coba Aja lupa, bisa diSTOP polisi di jalan. :D

Intinya, Yuk banyak-banyak bersyukur, atas setiap kejadian yang kita alami.
Ambil hikmah yang ada pada setiap kejadian. Sekecil apapun itu.
Semoga fikiran kita senantiasa dijaga untuk selalu ingat pada Nya.
Karena sedetik saja kita lalai, syetan akan masuk.
Sedetik. Gimana kalau sejam? sehari?

Wallohu a’lam bis showab.
Semoga bermanfaat.

Sabtu, 14 Februari 2015

Pasanganku sahabatku

Alhamdulillah, bisa ikut kajian tafaquh fiddin malam ini. Meskipun ngga ikut mabit, 
Kajian malam ini ngebahas tentang pernikahan. Sebuah tema yang selalu ramai diperbincangkan. Tapi sayang, ngga bisa bikin cerita ngalir. Cuma nyatet poin2 penting aja, karena dari kedua pemateri, yang satu puitis, bikin terpukau, #jadi lupa nulis, yang satu lebih banyak cerita, #terpukau juga.
Terimakasih ust. salim dan ust cah atas shadaqah jariyahnya. Semoga menjadi pahala yang terus mengalir meskipun ruh sudah tidak menyatu dengan raga nantinya. 

*** ust.salim

***Tidak patut ada yang dibanggakan kecuali taqwa. Dan Allah tidak menampilkan ketaqwaan seseorang. Jadi, pada hakikatnya, tidak ada alasan bagi manusia untuk berbangga diri. Kita ini terbuat dari tanah, dan kita harus belajar pada tanah. Tanah itu subur, menumbuhkan, tabah, lembut, teguh. Meskipun ia ada di bawah, tapi ia sejatinya memiliki begitu banyak peran.
Seutama-utama ibadah adalah merendahkan hati, tawadhu.

***Ingatlah ketika Siti Hajar ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim,
"Apakah ini perintah Allah?"
"Ya"
"Pergilah, kalau ini perintah Allah, sekali-kali Allah tidak akan menyia-nyiakan kami."
Setiap kita pasti akan diuji. Dan yakinlah, Ia tidak menciptakan ujian melainkan ada solusinya.

***Doa itu bukan soal dikabulkan,
tapi soal seberapa luas ia memberkahi

***Ingatlah doa istri imron, cita-cita untuk anaknya. 
Robbi innii nadzartu laka maa fii bathnii muharroron.... Ya Allah, sesungguhnya aku menadzarkan anakku untuk menjai pelayanMu dan bagi rumah-Mu.
Yuk bangun peradaban yang cinta masjid. Jadilah takmir masjid yang punya bisnis property, takmir masjid yang punya perusahaan tambang,, takmir masjid yang....

***"...min anfusikum azwajaa.."
istri adalah bagian dari suami. Suami adalah bagian dari istri. Satu jiwa. Dua belahan yang saling menggenapkan. Jangan ada yang mencari seseorang yang sempurna. Karena kita semua diciptakan tidak sempurna untuk saling menyempurnakan.

*** menikah itu harus menjadi nafas.
memberikan daya hidup bagi lingkungan. Karena menikah itu adalah agar engkau mampu menjaga kesucian, agar engkau cenderung padanya. Tenteram dengan kehadiran dan dengan terpisahnya. Tentram ketika bersama maupun berpisah.


##ustadz cahyadi takariawan

Menikah adalah manajemen ketidakcocokan. Mengatur hal-hal yang tidak cocok. Kalau yang sudah cocok si gampang.

Yang terpenting dalam pernikahan adalah menciptakan KESEJIWAAN.
Kebanyakan suami isri hanya sibuk berumah tangga, tapi lupa bersahabat. Yang dibicarakan masalah rumah tangga saja. Listrik mati lah, minyak habis lah, dll

Ketika sepasang suami istri terus bersama hingga tua, yang masih bisa dinikmati adalah kesejiwaan. persahabatan, menumpahkan semua rasa padanya, dan saling nyaman untuk berbagi.

*LDR, tidak ada yang teknologi yang menyembuhkan kerinduan suami dan istri.
Batasnya adalah 4 bulan menurut sayyidina Umar r.a

Ketika kita bekerja, pergilah untuk kepentingan, dan pulanglah untuk cinta dan kesetiaan.

##anak itu lebih percaya apa yang lebih dilihat daripada apa yang didengar.
lebih percaya apa yang dirasakan daripada yang dia dengar.

Kamis, 12 Februari 2015

Bahagia adalah ketika...

Bahagia adalah ketika mengetahui bahwa orang lain semakin dekat dengan pencipta-Nya. Meskipun entah apa kabar keimanan pada diri ini,, :(

Bahagia, ketika Saudari sepupu kini telah mendapat pekerjaan sebagai guru di sebuah sekolah islam di Purwokerto yang dengan itu kini penampilannya lebih syar'i. Masya Allah. Makin cantik dan makin shalihah.

Bahagia, ketika dapet bocoran teman yang dulu sempat bilang, "myu, kamu keren banget si,, jilbabmu lebar, bla, bla bla,, " akan menikah. :) Subhanalloh, penampilannya sekarang udah akhwat banget. :)

Bahagia, ketika teman yang sepertinya dulu jauh dari ngaji, sekarang jadi rajin ngaji, suka pinjem buku-buku agama, suka minta ayat-ayat dalam Al qur'an yang keren-keren,,

Bahagia, ketika sekarang ada temen puasa senin kamis di kantor,,

Bahagia, ketika tiap pagi denger kamar kos sebelah nyetel mp3 kajian...

Bahagia,, atas setiap peningkatan ketaqwaan yang telah diraih temen-temen, saudara saudari seiman.

Sedangkan diri ini, :( Mungkin justru semakin jauh dari-Nya.

Selasa, 10 Februari 2015

MOVE ON

suatu kondisi dimana pada situasi sesulit apapun seseorang berfikir bahwa ia masih bisa hidup, ada secercah harapan, terus bergerak dan bergerak, karena hidup harus terus berjalan.

Di mobil, ada kaca spion. Untuk melihat ke belakang, dan hanya dipakai sesekali. Jika terus ngliat spion tentu bisa nabrak karena ngga liat ke depan. :) 
Sama juga dengan hidupmu, jangan terus melihat masa lalu. Tataplah masa depan, karena waktu terus bergerak.

Katanya wanita lebih susah move on, apa benar?
Basicnya, wanita itu lebih didominasi oleh perasaan, berbeda dengan laki-laki, yang lebih menggunakan logika dalam hidupnya. Sehingga tidak heran jika perempuan lebih sulit untuk melupakan sesuatu, lebih sulit untuk move on.
Jadi ketika ada dua orang, laki laki dan perempuan bertemu, yang satu dengan pola fikir never remember, yang satu never forget. Ya, pantas, perempuan susah move on. Jadi, jangan sakiti wanita ya para lelaki. :)

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang tinggi (derajatnya) jika kamu beriman." (QS. Ali Imran:139)

> Ya, iman. Itulah landasannya.
Dan iman itu naik turun. Jadi, teruslah dicharge. Ibarat baterai, tentu ia harus selalu dicharge agar bisa hidup. Perkuat imanmu, maka hatimu akan tenang. "'alaa bidzikrillahi tatmaiinul quluub" "Hanya dengan mengingat Allah, hatimu akan tenang"

> KALAU Mau MOVE ON Jangan sendirian....!!

"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas." (Al Kahfi: 28)

Cari teman yang move on juga. Jangan gabung sama temen-temen yang galau juga. Bisa tambah galau nanti. :)

> Lalu, yang penting lagi ni, biar gampang move on, jangan lupa banyak-banyak berdoa

"Allahuma inni a'udzubika minal hammi wal hazan, wa a'udzubika minal ajzi wal kasal, wa a'udzubika minal jubni wal bukhli, wa a'udzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal" 
'Ya Allah, aku berlindung kpd-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung kpd-Mu dari kemalasan dan aku berlindung kpd-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kpd-Mu dari tekanan hutang dan paksaan orang." (HR. Abu Dawud).

“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik.."
"Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

> Dan seperti kata para ulama, yang dibikin lagu sama Opick, obat hati ada 5:
1. Baca qur'an & maknanya
2. Sholat malam dirikanlah
3. Brtemanlah dengan orang shaleh
4. Perbanyaklah berpuasa
5. Dzikir malam perpanjanglah

Tentang Cinta

Cinta itu sederhana..
Kalau bukan jodoh, ya sudah...
Hidup kita bukan untuk masa lalu...
hidup kita untuk masa depan...

Ketika sudah yakin dengan seseorang
Namun dia tak kunjung menghalalkanmu
Pertanyaannya adalah
Mau sampai kapan? 
Sementara hidup harus terus berlanjut
Kita tidak pernah tau kapan kita mati
Sementara kematian itu adalah sesuatu yang paling dekat dengan kita

Come on...
kita harus berkarya
siapa yang tau kita besok masih bisa hidup?

berharap boleh,
tapi tau dari mana dia adalah jodoh kita?
dan mau sampai kapan?
padahal kematian sangat dekat.

Seperti disebutkan dalam hadits nabi, seburuk-buruk kematian adalah mati dalam keadaan bujangan. @.@ 

Menikah adalah setengah agama, dan setengahnya lagi takwa kepada ALLAH, dengan menikah insyaAllah akan menguatkan segalanya.

#Dari kemarin mbahas tentang nikah mulu. :D
Kebetulan aja dapet materi tentang itu, jadi ya nulisnya tentang itu. :D

@mqFmBandung
@darlisFajar
10/2/15

Senin, 09 Februari 2015

Menikah indah lagi berkah

Anda ingin menikah?
Apakah ingin saja sudah cukup?
Pernikahan bukanlah sesuatu yang ringan. Menikah adalah sebuah mahakarya. Allah memandang serius akan hal ini. 

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..." (At Tahrim: 6)
Dan Allah menyebutnya sebagai Mitsaqon Gholidzon, perjanjian yang agung. Sehingga akan sangan naif jika dipersiapkan sambil lalu.

Ini menjadi persoalan besar bangsa ini. Banyak yang mempersiapkannya sambil lalu. Akibatnya banyak kasus perceraian. Dan disini laki-laki memegang peran penting. Karena ia adalah nahkoda dalam sebuah bahtera rumah tangga. Dan banyak laki-laki yang kurang serius dalam mempersiapkan diri. 
Perceraian merupakan hal yang sangat disukai iblis selain membiarkan pria membujang dan perempuan melajang.

Selama ini banyak pemuda menyibukkan diri dalam MENCARI PASANGAN. Sebagai seorang muslim tentu kita sudah menyakini bahwa jodoh merupakan satu ketetapan-Nya. Dia sudah Allah tetapkan. Tugas kita adalah melayakkan diri. Pantaskan diri kita. Laki-laki harus berfikir bagaimana caranya menjadi seorang suami yang baik, dan perempuan harusnya berfikir menjadi istri yang baik. 
Namun kebanyakan sekarang laki-laki lebih mengutamakan fisiknya sebagai bekal menikah, dan perempuan lebih mengutamakan kecantikannya.

#Jomblo itu bukan karena ngga laku, tapi jomblo itu pilihan. :)

Tiga hal yang harus dipersiapkan untuk mendapatkan pernikahan yang barokah:

1. Jalin hubungan baik dengan Allah. 

Jangan putus hubungan dengan Allah. Anak muda sekarang banyak yang jauh dari Allah. Ketika ditanya, cinta sama Allah ngga? Cinta. Tapi ketika ditanya pengen taraweh lama atau cepet, jawabnya cepet. :'(

Hidup kita itu isinya cuma dua, suka atau duka. Kita harus selalu ingat bahwa setiap ujian itu datangnya dari Allah, dan kita juga harus ingat bahwa solusi juga dari Allah.
Ingat, dalam dzikir pagi dan petang kita berdoa "Allohumma inni a'udzubika minal hammi wal khazan wa......"  Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keresahan dan kesedihan.....

Sekarang banyak orang yang lupa kepada Allah.
Fadzkurunii.. adzkurkum... Ingatlah Aku, maka Aku akan mengingatmu...
Jangan salahkan Allah ketika Dia tidak memperdulikanmu, mungkin kamu sudah melupakan-Nya..

Ketika kamu sekarang belum bertemu dengan jodohmu bisa jadi kamu BELUM LAYAK. Jika pun dipaksakan dikhawatirkan akan bermasalah.
Jalin hubungan dengan Allah dengan lebih serius.
Jangan pertanyakan cinta Allah kepada kita, Tapi buktikanlah cinta kita kepada Allah.

"Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.." (2:186)

Lebih baik kehilangan sesuatu karena Allah daripada kehilangan Allah karena sesuatu.

2. Belajar agama.

3. Bersihkan jiwa, maafkan kesalahan orang lain.
Kekurangan yang ada pada manusia itu ada agar cinta berfungsi. Karena cinta itu given, cinta itu memberi, bukan menuntut.

@darlisfajar, Narasumber Rumahku Surgaku MQ FM Bandung
Seminar Pranikah, Gd.Indosat, Jakpus

Kamis, 05 Februari 2015

Tarbiyatul Aulad (Pendidikan Anak)

Tarbiyah: mempersiapkan pertumbuhan seorang muslim dengan pertumbuhan yang sempurna dari segala sisi dari kehidupan dunia dan akhirat dalam naungan islam. Tidak hanya akhirat, tapi dunia juga. Dunia ini adalah ladang untuk meraih akhirat. Dunia ini adalah jembatan untuk mencapai kebahagiaan akhirat.

Sumber pendidikan: 
1. Orang tua. Orang tua merupakan pendidikan pertama untuk anak, tapi pendidikan anak tidak hanya terbatas pada orang tua.
2. Masjid.
3. Perkumpulan para pemuda.
4. Media massa.
#ada haditsnya tapi ngga nyatet.

Ibu adalah sekolah pertama untuk anak-anaknya. Ada anak baik, lihatlah siapa ibunya. Liat dulu siapa bapaknya. Sukses atau tidak suksesnya seseorang ditentukan oleh siapa orang tuanya, bukan dimana sekolahnya.
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. maka kedua orangtuanya lah yang menjadikannya yahudi, nasrani, atau majusi." (HR Muslim)

"Setiap kalian adalah pemimpin. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya." 

Oleh karena itu, sebagai orangtua, atau calon orang tua, tanggung jawab kita sangatlah besar. Dalam kitab Tarbiyatul Aulad, kurang lebih ada 60an hadits terkait hal-hal yang harus dilakukan dalam mendidik anak. Dari sekian banyak penjelasan yang ada dapat diambil 4 poin penting tentang bagaimana mendidik anak.

1. Memilih pasangan yang soleh/solehah
Ibu adalah sekolah pertama untuk anak-anaknya. Pendidikan di rumah adalah pendidikan yang pertama, bukan sekolah. Jangan mengandalkan pendidikan di sekolah. Walaupun anak "bebel", tapi jika orang tuanya shalih insyaAllah akan mudah.

2. Banyak berdoa (saat berhubungan, masa-masa kehamilan, dan setelah kelahirannya)
"Bismillahi Allohumma jannibnaa asy-syaithana wa jannib asy-syaithana ma razaqtana"
"Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari setan. Dan jauhkanlah setan dari apa-apa yang Engkau karuniakan kepada kami (anak keturunan)"

"Disanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa." (Ali Imran: 38)

"Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu...." (Al Baqarah:128)

Doa adalah senjata orang mukmin.
Doa yang paling mujarab untuk seorang anak adalah doa orang tua.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa 3 golongan yang doanya tidak tertolak: doa musafir, doa orang tua kepada anaknya, dan doa orang yang terdzalimi.

Dan sebaliknya, ketika orangtua sudah meninggal, doa yang paling mujarab adalah doa anak terhadap orang tuanya.
"Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga hal yaitu shodaqoh jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang berdoa untuk orang tuanya."

Orang-orang terdahulu yang sukses itu karena orangtuanya. Contohnya Imam Bukhori.
Banyak ulama yang mengakui kesuksesan mereka karena doa orang tua mereka. Terutama ibu.

3. Memberi contoh
"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..." (At Tahrim:6)

Jangan berharap anak kita shaleh kalau kita sebagai orang tua ngga shaleh.
Jangan pernah berharap punya anak yang shalat tepat waktu kalau kita shalat ngga tepat waktu.

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (Al Ahzab:21)


Uswah Khasanah. Disini tidak menggunakan Al, sehingga makna khasanah disini adalah baik secara general, yaitu baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Nabi itu tidak banyak berbicara, lebih banyak berbuat. Hadits yang ada lebih banyak hadits fi'liyah, yaitu berupa perbuatan nabi dibandingkan hadits qauliyah atau perkataan nabi.


Pendidikan dengan cara mencontohkan/praktik itu lebih baik daripada dakwah dengan perkataan. Karena lidah itu seringkali terpeleset dalam berbicara. Talk less do more. :)


"Maa fil Aba, Fil Abna"

Apa yang ada pada Bapak, ada pada anak.

Terkecuali untuk kasus-kasus tertentu:

1. Qobil putra Nabi Adam AS.
2. Kan'an putra Nabi Nuh AS.
3. Nabi Ibrahim anak dari penjual patung berhala.
4. Nabi Musa, anak angkat Fir'aun.
5. Abdullah putra Abdullah bin Ubay bin Salul. Abdullah adalah orang yang luar biasa taat kepada Nabi. Sedangkan ayahnya, Abdullah bin Ubay bin Salul adalah Tokoh Munafiq Madinah, biangnya orang yang benci kepada Nabi.


Ketika Abdullah bin Ubay wafat. Abdullah datang menemui Rasulullah saw, meminta salah satu kain Rasulullah saw untuk dijadikan sebagai kafan bagi ayahnya. Dan Rasulullah saw mengabulkan permintaan itu dan memberikan kainnya kepada Abdullah untuk menjadi kafan bagi jenazah ayahnya.


Kemudian Abdullah juga meminta agar Rasulullah saw berkenan datang menshalatkannya. Maka Rasulullah saw datang untuk menshalatkan jenazah itu. Ketika Rasulullah saw berdiri hendak menshalatkannya, Umar bin Khaththab menarik baju Rasulullah saw dari belakang dan berkata: “Wahai Rasulullah, Engkau akan menshalatkannya? Bukankah Allah melarangmu untuk menshalatkannya?


Rasulullah saw menjawab: “Sesungguhnya Allah SWT memberikan kepadaku dua pilihan kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik." (QS at-Taubah:80) Dan saya akan menambahnya lebih dari tujuh puluh kali.


Setelah Rasulullah saw menshalatkannya, nabi hendak bangun untuk shalat lagi, namun turun ayat: “Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam Keadaan fasik. (QS. At-Taubah:84).

Jadi, pada dasarnya, anak tidak jauh dari orang tuanya, kecuali pada kasus tertentu.

4. Memberi Nasihat

Kita bisa belajar dari nasihat Luqman Al Hakim kepada anaknya:
1. Tentang Tauhid
2. Agar Ridha kepada kedua orang tua.

bersambung...


5/2/15/Lantai23KPDJP