Jumat, 25 Juli 2014

aku tak ingin kau berlalu...

Allohu Rabb... hari ini 28 Ramadhan.. 
Ramadhan akan segera berlalu.. :'(
Sedih...
Sedih sekali...
Baru di Ramadhan ini merasakan betapa istimewanya bulan ini...
Betapa manisnya... Betapa indahnya...

Alhamdulillah... Ditempatkan Allah di lingkungan yang luar biasa. Masya Allah.
Kanpus DJP dan kos di slipi kemanggisan. Dua tempat yang menjadi tempatku menjalani kehidupan, begitu mensuportku untuk bisa melakukan amalan-amalan terbaik di bulan suci ini. Meskipun aku begitu yakin, amalanku tak seberapa, amalanku sangat jauh dibandingkan teman-temanku, terlebih jika dibandingkan dengan amalan para sahabat. mungkin seperti langit dengan bumi. Jauuuh....

Sungguh, begitu sedih ketika menyadari, ramadhan tinggal dua hari. Meskipun ada kebahagiaan yang menyertai (mudiiik...!!), namun tetap saja, tak ingin Ramadhan ini terganti.

Menjadi hal yang sangat membahagiakan hati, di bulan suci ini, orang berbondong-bondong untuk meraih keutamaan amal, menjaga yang wajib, dan mewajibkan yang sunnah. Subhanalloh, melihat semangat teman-teman di Kantor, sungguh tak ingin Ramadhan ini terganti.

Pagi hari, jam 7 pagi sudah banyak orang yang mendirikan shalat dhuha di mushola kantor kami. Tiba waktu dzuhur orang berbondong-bondong menuju ke Masjid. Tak hanya laki-laki. Perempuan pun demikian. Jama'ah laki-laki melonjak hingga mereka shalat di emperan masjid. begitu pun jama'ah perempuan, bisa mencapai 4 shaf. Masya Allah. Indahnya... Lalu Ba'da dzuhur, ada kajian di Masjid tercinta kami, Shalahudin. Kajian yang mendatangkan pemateri-pemateri yang luar biasa. Setiap hari. Dari yang biasanya hanya seminggu sekali.
Meskipun kadang merasa bersalah juga karena sebenarnya jam istirahat hanya jam 12.00-12.15. Namun banyak juga yang di masjid yang sampai jam 1. Orang kits*a juga banyak yang seperti itu. :) Jadi aman.. :) 

Lalu ketika tiba waktu ashar, semua orang bersegera untuk menunaikannya. Sungguh jauh dibandingkan dengan hari-hari di luar Ramadhan. 
Di bulan ini, Orang-orang begitu mencintai amal kebaikan. Begitu menjaga yang wajib.

menjadi tradisi pula di bulan ini. Lift selalu penuh pada jam-jam tertentu. Jam pulang kantor, jam setelah shalat dzuhur/ashar. Pernah ketika itu, awal Ramadhan, ba'da shalat ashar, begitu banyak orang berkumpul di lantai 1 menunggu lift untuk naik. Mereka belum naik, sudah banyak yang turun untuk pulang (sudah jam 4). alhasil, bisa ketinggalan bis jemputan.. :D
Pemandangan ini pasti akan sulit untuk dijumpai lagi di bulan selain Ramadhan. 

Di bulan ini juga begitu banyak orang berlomba-lomba untuk meraih besarnya pahala memberi makan berbuka pada orang yang berpuasa. Di subditku sering sekali ada masak-masak untuk bikin takjil (jam kerja malah masak-masak, jangan dilaporin kits*a ya). :D di Subdit sebelah juga ada free takjil yang disediakan di depan mushola. Dan teman-teman di subditku sering berburu kesana. :D. Hehe.. peace.. !!! makasih banyak untuk subdit kersduk yang sudah menyediakannya. semoga mendapat pahala kebaikan yang lebih besar.

Itu adalah cerita keseruan di kantor, lain lagi dengan di kosan. :) Sore hari kami bak syuting untuk acara master chef. :D Kami yang jarang bertemu karena kesibukan masing-masing dipertemukan dengan ramadhan melalui acara masak bersama ini. Alhamdulillah, kami jadi lebih saling mengenal. Tiba waktu shalat tarawih kami bersama-sama menuju ke masjid Al Anshar.

Masjid Al Anshar, letaknya begitu dekat dengan kosanku. itulah kenapa kosanku disebut griya anshor. Satu menit cukup untuk jalan kaki menuju ke masjid itu. Disanalah aku dipertemukan dengan seorang saudari yang dia begitu mencintai Rabbnya  dan Nabinya. Raya. Ya,, itulah namanya. Uhibbuki Fillah Ya Ukhti. 
Kamu sering iri padaku dgn amalanku, namun sebenarnya justru akulah yang iri padamu. Dengan usiamu yang 4 tahun lebih muda dariku, kecintaanmu pada Tuhan kita begitu luar biasa. Semoga Allah mempertemukan kita di JannahNya nanti. Aamiin.

Di masjid ini aku juga seperti memiliki saudara baru..
Adik-adik kecil yang selalu shalat jama'ah maghrib,, ada depot dkk, kia, indana, humairo, kepin, parul ganteng,, dkk nya, sedikit mengurangi kelelahanku ketika pulang kantor. Meskipun awalnya kegaduhan mereka mengganggu kekhusyukan shalat kami, namun selanjutnya terasa biasa. Pada Ramadhan ini alhamdulillah... Di Al Anshar jama'ahnya lebih banyak di banding bulan-bulan lainnya. Allohu Rabb,, sungguh, akan rindu dengan bulan ini..
Sungguh aku tak ingin dia berlalu pergi...
Sungguh aku ingin semua bulan adalah Ramadhan...

Dan di ramadhan ini aku pun tersadar akan satu hal...
Rumahku sekarang bukan di Purwokerto, tapi di sini. aku lebih lama hidup disini dibandingkan dengan di kampung halamanku.
Kenapa? contoh kecilnya ini, aku menunggu sekian lama untuk keberadaanku satu pekan di purwokerto (mudik). waktu satu minggu itu PASTI akan sangat cepat berlalu. pasti nanti tgl 3 agustus, ketika aku harus kembali ke sini akan segera tiba. tak terasa.. tak sebanding dengan penantian panjangku disini untuk menuju satu minggu itu...
aku harus terbangun dari tidur panjangku ini...
harus menyadari bahwa aku harus melakukan sesuatu di sini...
harus mencari hikmah kenapa Allah menempatkanku di sini...
Seperti doaku, Robbi Anzilnii munzalam mubarokan wa anta khoirul munziliin...
tempat ini adalah yang terbaik menurutNya.
di bandingkan dengan di kampung, lebih baik aku disini menurutNya...
tak seperti apa yang aku harapkan ternyata...

Jadi, sepertinya harus merubah mindset, diubah seratus delapan puluh derajat. Agar apa? agar kehidupan sehari hari disini menjadi sama seperti kehidupanku ketika aku di rumah bersama bapak dan ibuku...
satu minggu di bulan syawal yang penuh penantian panjang....
satu bulan di bulan ramadhan yang mengajarkanku banyak hal...
satu bulan di bulan ramadhan yang menyadarkanku dari tidur panjang...
Ramadhanku,,,
aku tak ingin kau berlalu...