Minggu, 12 Mei 2013

KIAT MENCARI DAN MEMILIH TEMAN HIDUP


“Arrofiiqu qobla toriiqu”. Teman sejati harus dipilih sebelum kita memilih jalan.
Jangan yang penting nikah. Fikirkan terlebih dahulu dengan siapa kita akan menikah.
Kiat mencari dan memilih teman hidup:
1. Tentukan tujuan Anda menikah -> sesuai syariah.
2. Kenali orang yang akan menjadi pasangan Anda.
3. Minta tolong dengan orang yang Anda percaya.
    -    Bisa membantu mencari informasi.
    -    Menjaga harga diri kita. Karena harga diri itu penting.
    -    Menjaga rahasia kita.
    -    Seimbang dalam menyampaikan kelebihan dan kekurangan kita.
4. Jangan tergesa-gesa dalam menentukan pilihan. Cepat boleh, tapi jangan tergesa-gesa.
5. Carilah yang satu fikroh, atau minimal yang dekat fikrohnya.
6. Lakukan istikharah -> sunnah, tapi HARUS. Istikharah merupakan bentuk kepasrahan kita kepada Allah. Allah lah yang mengetahui segalanya. Jodoh, umur, rezeki.
     -     Mimpi hanyalah bagian dari isyarat, yang paling utama adalah ketenangan, dan  
          kemantapan hati.
     -     Istikharah tidak cukup hanya sekali.
     -     Bisa siang/malam hari. Yang terbaik adalah sepertiga malam terakhir.
7. Dengan fikiran yang jernih -> jangan kedepankan rasa. Biasanya perempuan lebih 
    mengedepankan rasa, jika laki-laki lebih mengedepankan logika.
8. Pertimbangkan dengan logika yang logis.
9.  Hindari cinta buta.
   Cinta itu unik. Seperti biji tanaman. Bisa tumbuh di mana dan kapan saja. Jadi, jangan sembarangan menebar benih. Karena kalau sudah tumbuh akan susah dicegah. Cinta harus diiringi logika. Kalau cinta sudah buta maka bukan tidak mukin akan membabi buta. Babi saja haram, apalagi membabi buta. :)
   Cara menghindari: jangan jatuh cinta dulu. Kagum sama orang boleh, tapi ingat, jangan jatuh cinta dulu. Karena kalau sudah jatuh cinta, belum tentu orang yang kita cintai juga mencintai kita. :( 
10. Lakukan dengan proses yang benar -> syar’i.
11. Jangan merugikan orang lain maupun diri sendiri.
12. Cinta harus memiliki – memiliki harus mencintai. :)

Dalam mempertimbangkan calon pasangan, hal-hal yang harus dipertimbangkan:
Primer       : ibadah, akhlak.
Sekunder   : sesuatu yang kalau tidak ada akan susah, misalnya penghasilan.
Tertier     : pelengkap. Misalnya mobil mewah. Boleh, tapi jangan jadi pertimbangan utama. Yang lebih penting adalah bagaimana tanggungjawabnya sebagai suami/istri.

KM/Ust. Masturi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar