Senin, 13 Mei 2013

Agar Ibadah senikmat coklat


Ibadah adalah kesempurnaan cinta dan ketundukan.
Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah SWT, baik berupa ucapan atau perbuatan yang dzahir maupun bathin.
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (Adz Dzariat:56)
Ibadah merupakan kebutuhan kita. Allah tidak membutuhkan kita. Kita yang butuh Allah.
"Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka membawa keterangan-keterangan lalu mereka berkata: "Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?" lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."(At taghabun:6)
Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari: "Barangsiapa yang ada pada dirinya tiga perkara ini, ia akan mendapatkan manisnya iman: hendaklah Allah dan Rasulnya lebih ia cintai daripada selain keduanya; ia tidak mencintai atau membenci seseorang kecuali karena Allah; dan ia benci kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan darinya sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam neraka."

Kenapa kita harus cinta kepada Allah?
1. Allah mencintai kita sebelum kita mencintaiNya.
"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu[106] mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)." (Al Baqarah:165)

2. Dia menerima taubat seorang hamba.
"Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)." (Az Zumar:54)

3. Allah melipatgandakan pahala.
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. " (Al Baqarah:261)
"Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah SAW bersabda: "Puasalah tiga hari dari setiap bulan. Sesungguhnya amal kebaikan itu ganjarannya 10 kali lipat, seolah ia seperti puasa sepanjang masa (HR. Bukhari, Abu Daud dan An Nasai).

Bentuk cinta kepada Allah:
1. Taat
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. " (Al Ahzab:21).
2. Membaca FirmanNya.

"Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa." (Al Baqarah: 2)

3. Melakukan ibadah nafilah (sunnah).
"Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (Al Isra:79)
4. Ridha dengan takdir Allah.
5. Bersyukur.
6. Berprasangka baik kepada Allah.

Mengapa tidak mendapatkan kenikmatan dalam beribadah:
1. Hati yang tidak tulus, tidak khusyu.
2. Kurangnya penyerahan diri secara total.
3. Makanan haram.
Dari Abu Bakar R.A: "Dalm banyak makan terdapat sedikitnya ibadah. Sebab apabila manusia memperbanyak makan badan akan menjadi berat dan buah matanya mengalahkannya (kantuk) serta lambatlah seluruh anggota badannya (karena lemas), lalu tidak ada satupun yang berarti datang darinya walau ia berusaha, kecuali hanya tidur terus. Jadi ia menjadi bangkai yang sia-sia"

Agar ibadah nikmat maka kita harus:
1. Senantiasa menghidupkan ibadah, dan istiqomah.
2. Menjadikan ibadah khusyu'
"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'." (Al Baqarah:45)
3. Tidak merasa puas dan kenyang dalam beribadah
4. Shalat malam.
"Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang." (Qaaf:40)
5. Memiliki waktu khusus untuk mentadabburi Al Quran.
"Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami), atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?" (Al Mukminun:68)
6. Menjadikan doa sebagai sarana untuk menjalin hubungan dengan Allah.
"Setiap memusuhi waliku, Aku mengumumkan perang terhadapnya. Hambaku tidak mendekat kepadaku dengan sesuatu yang paling aku cintai daripada apa yang aku wajibkan kepadanya. Hambaku tidak henti-hentinya mendekat kepaaku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi telinganya dimana ia mendengar dengannya. Aku menjadi matanya dimana ia melihat dengannya. Aku menjadi tangannya dimana ia bertindak dengannya, dan Aku menjadi kakinya dimana ia berjalan dengannya. Jika ia meminta sesuatu kepadaKu, Aku pasti memberi permintaannya. Jika ia meminta perlindungan kepadaKu, Aku pasti melindunginya." (HR. Bukhari) 
7. Mendekatkan diri padaNya.
Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan bahwa "Kalau hambaKu mendekat sejengkal, aku sambut ia sehasta. Kalau ia mendekat sehasta, Ku sambut dengan sedepa. Kalau hambaKu datang padaku dengan berjalan, maka Ku sambut ia dengan berlari.

Seorang laki-laki berdoa kepada Allah agar diberikan bunga dan kupu-kupu, Namun Allah memberinya kaktus dan ulat.Laki-laki itu sedih. Dia tidak mengerti kenapa Allah memberi tidak sesuai apa yang dimintanya. Dia pun akhirnya mengira bahwa Tuhan sedang sibuk. Dia pun akhirnya melupakan keinginannya. Namun beberapa lama kemudian dia terkejut. Ulat telah berubah menjadi kupu-kupu, dan kaktus pun telah berbunga.

Allah selalu melakukan semua perkara dengan benar. Caranya selalu yang terbaik, walaupun bagi kita terlihat salah. Jika kita memohon sesuatu dan menerima yang lain, percayalah bahwa Allah akan memberikan apa yang kita minta pada saat yang tepat. Apa yang kita pinta tidak selalu merupakan apa yang kita butuhkan. 
Allah tidak akan gagal memenuhi permintaan hamba-hambaNya. Teruslah berdoa, tanpa ragu dan mengeluh.
Duri hari ini adalah bunga hari esok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar