Minggu, 12 Mei 2013

AL ISLAM MANHAJ AL HAYAH - Islam adalah tujuan hidup.

Kebanyakan dari kita menganut agama islam karena orang tua, berbeda dengan mualaf. Kita tidak ingat kapan pertama kali kita mengucapkan kalimat syahadat. Semuanya dijalanin aja, let it flow. Kapan kita benar-benar merasakan manisnya iman kita?
Karena semuanya let it flow saja, pemahaman kita biasanya dipengaruhi oleh keluarga.
Inti dari islam sebagai tujuan hidup:

    1. Allah Ghoyatuna
Kadang kita mungkin malah terbelok. Adzan yang merupakan panggilan Allah tidak kita hiraukan. Kita justru sibuk dengan urusan-urusan dunia.
“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”(Al An’am:162)
Ketika kita lupa pada tujuan hidup kita, terus ingatkan, terus upgrade. Banyak-banyak istighfar kalau mulai berbelok.
Jangan sampai terbersit sedikitpun rasa tidak ikhlas. Ingat hadits Arba’in nomor 1 tentang keutamaan niat. Jadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan.
Allah akan cemburu kalau hambaNya punya niatan lain.

    2. Muhammad adalah teladan.
Contoh ideal manusia tidak ada yang seideal Rasulullah SAW.
“Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir." (Ali Imran:32)
Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.”(Ali Imran:79)
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata : "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita." Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.’’ (Al Ahzab:21-22)

    3.  Al qur’an sebagai pedoman
Al qur’an merupakan petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Satu huruf merupakan satu kebaikan, tidak ada bacaan lain yang mengungguli keistimewaan Al qur’an.
Jangan sampai kita menjadi seorang yang antipati sama Al quran.
Tata diri kita untuk menerima Al quran seluruhnya. Allah ngga akan ingkar dengan janjiNya.

    4.  Al jihad Sabiluna
Jihad merupakan jalan kita.
Allah ngga perlu jihad kita, tapi kita yang butuh jihad.
“Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Al Ankabut:6)
“Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al Ankabut:69)
“(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (As shaff:11)
Jihad tidak hanya berwujud bertempur di medan perang. Jihad juga bisa dengan harta.

    5. Mati di jalan Allah adalah cita-cita tertinggi.
Jangan sampai nyawa kita dicabut ketika kita dalam kondisi futur, apalagi saat maksiyat.
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Ali Imran: 169-170)
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (Al Baqarah: 154)
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al Anbiya: 35)
Semoga kita kembali kepada-Nya dalam puncak pengabdian tertinggi. Amiin.



Lima inilah yang menjadi intinya. GENGGAM. Jadikan ia pegangan. Pegang erat, jangan sampai lepas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar