Selasa, 24 Maret 2015

Wahai para Ayah...

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar." (An Nisa:9)

Anak-anak yang lemah ada karena para ayah dan Ibu tidak bisa mengasuh dengan benar.
Anak-anak yang lemah usianya tua tapi perilakunya seperti bocah.
Menurut pakar psikolog, anak-anak jaman sekarang, usia psikologis setengah dari usia psikisnya.

Profil anak-anak lemah:
1. Lemah fisik
2. Lemah Skill
3. Lemah Pola pikir
4. Lemah Financial
5. Lemah Mental dan spiritual

Kenapa? Karena ngga pernah diajak diskusi. Jadi pola pikirnya mati. Dipaksa ini itu sama ortu.

Wanita yang tidak punya sosok ayah:
1. Gampang jatuh di pelukan laki-laki. Kenapa ini bisa terjadi? Karena lisan ayah terlalu kaku, terlalu kaku untuk mengungkapkan cinta kepada anaknya. Bagi seorang wanita ayah adalah first love. :)
Wahai para ayah, ungkapan rasa cintamu pada anak-anak perempuanmu. Anak perempuan butuh ucapan, tak hanya sikap. Jika bapak tidak dekat dengan anak perempuan, siap-siap saja mendapat menantu yang menyesakkan Dada.
2. Kemungkinan akan gagal dlm rumah tangga, akan mudah cerai, karena sekali disakiti oleh suami dia akan menjudge semua lelaki sama.

Inilah tantangan dari luar kita:
1. Pola makan dan prestasi yg instant.
2. Kebutuhan materi yg makin tinggi.
3. Teknologi digital yg sedemikian pesat. Sehingga anak cenderung asosial.
4. Bisnis syahwat semakin merajalela.
5. Peredaran narkoba.

Berkahilah umatku yg bangun di pagi hari.
Penting utk kita mensiasati.
Anak sebaiknya jangan punya kamar privat agar kita lebih bisa memantau perkembangannya.
Ayah yang hebat adalah yang berani menyapa anaknya.
Ayah yang Berani mematikan gadget ketika bersama anaknya.

"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros
Berikanlah hak mulai dari orang terdekat." (Al Isra:26)
Ketika teka teki usia kita hanya Allah yang tahu...
Masihkah kita akan tetap menunda kebaikan yang sejatinya bisa kita kerjakan hari ini?
Masihkah kita hanya melihat perjuangan orang2 di sekitar tanpa memilih untuk ikut berjuang bersama? #mn
 

Rabu, 25 Februari 2015

8 Jam Bekerja = 8 Jam Beramal Shalih

Sebagian orang memaknai bekerja sebagai sarana utk mendapatkan penghasilan. Sesungguhnya penghasilan yang diperoleh tidaklah sebanding dengan pengorbanan orang tua yg telah mendidik, guru-guru yg telah memberi pengajaran, dan seluruh pihak yg berperan dalam setiap proses kita berada pada posisi sekarang. Apalagi jika dibandingkan dengan pemberian Allah hingga detik ini. Mata yang masih bisa melihat, kaki yang masih berjalan... Sebesar-besarnya penghasilan kita tidak bisa untuk membeli kedua biji Mata kita. Penghasilan kita terlalu kecil dibandingkan dgn modal yang Allah berikan.

"Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (At Taubah: 105)

Jadi, apa yang seharusnya menjadi motivasi kita dalam bekerja? Ya, seperti disebutkan dalam ayat tadi bahwa bekerja adalah dalam rangka menjalankan apa yang diperintahkan Allah. Kerja sendiri itu adalah perintah Allah. Dan Allah lah yang akan menilai kerja kita.

Bekerja adalah menjalankan perintah Allah. Sementara rizki itu jaminan Allah. Dua hal yang terpisah. Rizki yang kita peroleh bukanlah semata-mata karena kerja kita.

Bekerja adalah ibadah, salah satu bentuk menjalankan perintah Allah. Maka, jadikan Allah sebagai tujuannya.

"Inna shalaati wanusuki wa makhyaya wa mamaati lillaahi robbil 'alaamiin...
Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Rabb semesta alam..
Bekerja bukan karena alasan finansial. Tapi motivasikan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah. So, lakukan yang terbaik.

Sebagian besar rizki yg kita terima bukan karena kerja kita. Ingat bahwa rizki bukan melulu soal gaji, soal uang. Sahabat yang baik pun adalah rizki. Dan ingat pula bahwa selama jatah rizki kita belum habis. Allah tidak akan menutup usia kita.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT berfirman: "Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kpd-Ku, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu."
(HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim)

Hanya ada dua opsi dalam kita bekerja, kita menjadi Budak Allah atau budak dunia. 
1. Budak Allah. 
Akan diberi dua hal. Tenang dan dicukupkan kebutuhannya. Semakin sibuk ia, maka ia akan merasa semakin butuh Allah, dan semakin mendekat ia pada Allah. 
2. Budak dunia.
Jiwanya tidak tenang dalam bekerja. Tidak pernah merasa cukup. Hatinya gelisah, tangan selalu sibuk, dalam keadaan miskin maupun kaya.
Ketika kita merasa terhimpit masalah, kesibukan tiada henti, bisa jadi kita sdg diperbudak oleh dunia. Yuk cek lagi niat kita...

Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. (As Syuura:20)

  • Allah menyuruh kita bekerja untuk menjemput rizkinya, agar kita semakin bersyukur ketika mendapatkannya.

Tumbuhnya rasa syukur adalah kenikmatan. 
Rasa syukur yg sesungguhnya adl mensyukuri rasa syukur.

  • Perintah dan larangan Allah adalah pedoman utama dalam bekerja.
Halal haram menjadi pijakan, bukan keuntungan semata.

"Kejujuran adalah ketenangan, sedang kebohongan adalah kegelisahan."(HR. Ahmad)
Allah akan mencabut keberkahan pada setiap kebohongan. Sementar kebaikan akan tumbuh bercecabang. 
Ada ungkapan mencari yang haram saja sudah apalagi yg haram. Ini SALAH. Yang benar adalah Allah yg Maha pengasih dan penyayang memberikan rezeki halal melimpah ruah, buat apa susah-susah mencari yg haram?
Coba sebutkan 10 pekerjaan yg haram?
Pasti tidak akan semudah kita menyebutkan yang halal.

Ingat, tidak ada satupun yang haram yang membawa kebaikan.

  • Bekerja adalah sarana membangun persaudaraan.
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (Al hujurat:10)


Hubungan pekerjaan hendaknya diikat dengan ikatan persaudaraan, dalam iman, dalam ukhuwah islamiyah. Bahkan tidak hanya di dunia, melainkan hingga ke akhirat. Kalau tdk diikat ukhuwah bekerja akan tidak akan menyenangkan.

  • Berlapangdadalah, maafkanlah.

"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (An nuur: 22)

  • Tersenyumlah. :)

"Senyummu bagi saudaramu adl sedekah." (HR. Tirmidzi)

Senyum itu sederhana, tapi membawa manfaat yang luar biasa.
Syarat senyum itu cuma satu. Harus Ada orang lain. :)

  • Bekerja adalah sarana beramal shaleh.
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (An Nahl: 97)

Ketika ditanya seorang dokter spesialis wasir, "dok, ko mau si jadi spesialis wasir?"
"saya melakukan pekerjaan ini karena saya yakin tidak banyak orang yang mau. Dan menurut saya banyak orang yang butuh ditolong karena penyakit ini..." 
Subhanalloh... Bagaimana dengan posisi kita sekarang?
Bekerja apapun yg halal, pasti disana kita sedang menolong orang.

Jadi, pekerjaan kita adalah ladang amal shaleh kita.
Bekerja bukan karena apa yg kita miliki kurang. (Ingat, qonaah itu Ada dalam Hati, bukan dalam ikhtiar). Tapi karena Allah memang menyuruh kita untuk bekerja. 

Pastikan bahwa ada org lain yang mendapatkan manfaat dari kerja kita.
8 jam kita bekerja, 8 jam kita beribadah, 8 jam kita beramal shaleh.
Akan terlalu remeh jika semata-mata diniatkan hanya untuk mendapatkan uang.

#SholahudinKPDJP#25/2/15