Rabu, 25 Februari 2015

8 Jam Bekerja = 8 Jam Beramal Shalih

Sebagian orang memaknai bekerja sebagai sarana utk mendapatkan penghasilan. Sesungguhnya penghasilan yang diperoleh tidaklah sebanding dengan pengorbanan orang tua yg telah mendidik, guru-guru yg telah memberi pengajaran, dan seluruh pihak yg berperan dalam setiap proses kita berada pada posisi sekarang. Apalagi jika dibandingkan dengan pemberian Allah hingga detik ini. Mata yang masih bisa melihat, kaki yang masih berjalan... Sebesar-besarnya penghasilan kita tidak bisa untuk membeli kedua biji Mata kita. Penghasilan kita terlalu kecil dibandingkan dgn modal yang Allah berikan.

"Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (At Taubah: 105)

Jadi, apa yang seharusnya menjadi motivasi kita dalam bekerja? Ya, seperti disebutkan dalam ayat tadi bahwa bekerja adalah dalam rangka menjalankan apa yang diperintahkan Allah. Kerja sendiri itu adalah perintah Allah. Dan Allah lah yang akan menilai kerja kita.

Bekerja adalah menjalankan perintah Allah. Sementara rizki itu jaminan Allah. Dua hal yang terpisah. Rizki yang kita peroleh bukanlah semata-mata karena kerja kita.

Bekerja adalah ibadah, salah satu bentuk menjalankan perintah Allah. Maka, jadikan Allah sebagai tujuannya.

"Inna shalaati wanusuki wa makhyaya wa mamaati lillaahi robbil 'alaamiin...
Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Rabb semesta alam..
Bekerja bukan karena alasan finansial. Tapi motivasikan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah. So, lakukan yang terbaik.

Sebagian besar rizki yg kita terima bukan karena kerja kita. Ingat bahwa rizki bukan melulu soal gaji, soal uang. Sahabat yang baik pun adalah rizki. Dan ingat pula bahwa selama jatah rizki kita belum habis. Allah tidak akan menutup usia kita.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT berfirman: "Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kpd-Ku, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu."
(HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim)

Hanya ada dua opsi dalam kita bekerja, kita menjadi Budak Allah atau budak dunia. 
1. Budak Allah. 
Akan diberi dua hal. Tenang dan dicukupkan kebutuhannya. Semakin sibuk ia, maka ia akan merasa semakin butuh Allah, dan semakin mendekat ia pada Allah. 
2. Budak dunia.
Jiwanya tidak tenang dalam bekerja. Tidak pernah merasa cukup. Hatinya gelisah, tangan selalu sibuk, dalam keadaan miskin maupun kaya.
Ketika kita merasa terhimpit masalah, kesibukan tiada henti, bisa jadi kita sdg diperbudak oleh dunia. Yuk cek lagi niat kita...

Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. (As Syuura:20)

  • Allah menyuruh kita bekerja untuk menjemput rizkinya, agar kita semakin bersyukur ketika mendapatkannya.

Tumbuhnya rasa syukur adalah kenikmatan. 
Rasa syukur yg sesungguhnya adl mensyukuri rasa syukur.

  • Perintah dan larangan Allah adalah pedoman utama dalam bekerja.
Halal haram menjadi pijakan, bukan keuntungan semata.

"Kejujuran adalah ketenangan, sedang kebohongan adalah kegelisahan."(HR. Ahmad)
Allah akan mencabut keberkahan pada setiap kebohongan. Sementar kebaikan akan tumbuh bercecabang. 
Ada ungkapan mencari yang haram saja sudah apalagi yg haram. Ini SALAH. Yang benar adalah Allah yg Maha pengasih dan penyayang memberikan rezeki halal melimpah ruah, buat apa susah-susah mencari yg haram?
Coba sebutkan 10 pekerjaan yg haram?
Pasti tidak akan semudah kita menyebutkan yang halal.

Ingat, tidak ada satupun yang haram yang membawa kebaikan.

  • Bekerja adalah sarana membangun persaudaraan.
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (Al hujurat:10)


Hubungan pekerjaan hendaknya diikat dengan ikatan persaudaraan, dalam iman, dalam ukhuwah islamiyah. Bahkan tidak hanya di dunia, melainkan hingga ke akhirat. Kalau tdk diikat ukhuwah bekerja akan tidak akan menyenangkan.

  • Berlapangdadalah, maafkanlah.

"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (An nuur: 22)

  • Tersenyumlah. :)

"Senyummu bagi saudaramu adl sedekah." (HR. Tirmidzi)

Senyum itu sederhana, tapi membawa manfaat yang luar biasa.
Syarat senyum itu cuma satu. Harus Ada orang lain. :)

  • Bekerja adalah sarana beramal shaleh.
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (An Nahl: 97)

Ketika ditanya seorang dokter spesialis wasir, "dok, ko mau si jadi spesialis wasir?"
"saya melakukan pekerjaan ini karena saya yakin tidak banyak orang yang mau. Dan menurut saya banyak orang yang butuh ditolong karena penyakit ini..." 
Subhanalloh... Bagaimana dengan posisi kita sekarang?
Bekerja apapun yg halal, pasti disana kita sedang menolong orang.

Jadi, pekerjaan kita adalah ladang amal shaleh kita.
Bekerja bukan karena apa yg kita miliki kurang. (Ingat, qonaah itu Ada dalam Hati, bukan dalam ikhtiar). Tapi karena Allah memang menyuruh kita untuk bekerja. 

Pastikan bahwa ada org lain yang mendapatkan manfaat dari kerja kita.
8 jam kita bekerja, 8 jam kita beribadah, 8 jam kita beramal shaleh.
Akan terlalu remeh jika semata-mata diniatkan hanya untuk mendapatkan uang.

#SholahudinKPDJP#25/2/15

Senin, 23 Februari 2015

Alhamdulillah, masih diingatkan...

Alhamdulillah, atas segala nikmat yang Allah curahkan hingga detik ini.
Allohumma a’inni ‘alaa dzikrika wakhusni ‘ibaadatik.
Ya Allah, semoga hati-hati kami, selalu Engkau jaga untuk selalu ingat kepada Mu.
Karena, hanya dengan mengingat-Mu, hati ini akan tenang.

Tadi pagi tiba-tiba teringat satu tulisan teman,,
Yang dia ingin menyempurnakan separuh agamanya dengan salah satu alasan ingin menagih janji Allah.
Apa, menagih janji Allah? Apakah pantas, seorang hamba yang hina ini menagih janji Allah? Sungguh tidak pantas. Karena Allah tidak pernah ingkar janji.
Tidak pantas untuk manusia menagih janji Allah dengan bekal amalnya. Bukankah setiap amal yang dilakukannya itu pun karena karunia Allah? Setiap kebaikan yang ada itu karena Allah. Tidak ada hak untuk manusia menuntut balasan atas setiap amalnya.
Ketika apa yang kau inginkan belum engkau dapatkan, jangan pernah salahkan pihak lain, apalagi Allah. Tunjuk diri sendiri. Pasti. Pasti masih ada yang salah dengan diri.

Alhamdulillah, semoga kita senantiasa menjadi hamba yang banyak bersyukur atas segala nikmat, musibah, dan penghindaran dari musibah.
Alhamdulillah, Allah masih menjaga diri ini dari keburukan yang mungkin bisa jadi akan terjadi. Tadi pagi, agak sedikit lebih siang dari biasanya berangkat ke kantor, Ketika baru keluar kamar kosan, ngunci pintu, Tiba-tiba inget sesuatu..
“Dompet, tadi malem kan abis belanja ke tokem. Dompet ada di tas kecil.”
Lalu ngecek tas. Iya Bener, ngga ada. Masuk lagi,
Bener, dompet masih ada di tas kecil.
Alhamdulillah, klo ketinggalan bahaya, SIM STNK disana. Alhamdulillah, Allah masih mengingatkan...

Lagi. Udah ready, motor udah panas, tinggal cus dari kosan. Terus tiba-tiba sadar, “Ko ngga pake helm?”
Alhamdulillah, masih diingatkan. Coba Aja lupa, bisa diSTOP polisi di jalan. :D

Intinya, Yuk banyak-banyak bersyukur, atas setiap kejadian yang kita alami.
Ambil hikmah yang ada pada setiap kejadian. Sekecil apapun itu.
Semoga fikiran kita senantiasa dijaga untuk selalu ingat pada Nya.
Karena sedetik saja kita lalai, syetan akan masuk.
Sedetik. Gimana kalau sejam? sehari?

Wallohu a’lam bis showab.
Semoga bermanfaat.

Sabtu, 14 Februari 2015

Pasanganku sahabatku

Alhamdulillah, bisa ikut kajian tafaquh fiddin malam ini. Meskipun ngga ikut mabit, 
Kajian malam ini ngebahas tentang pernikahan. Sebuah tema yang selalu ramai diperbincangkan. Tapi sayang, ngga bisa bikin cerita ngalir. Cuma nyatet poin2 penting aja, karena dari kedua pemateri, yang satu puitis, bikin terpukau, #jadi lupa nulis, yang satu lebih banyak cerita, #terpukau juga.
Terimakasih ust. salim dan ust cah atas shadaqah jariyahnya. Semoga menjadi pahala yang terus mengalir meskipun ruh sudah tidak menyatu dengan raga nantinya. 

*** ust.salim

***Tidak patut ada yang dibanggakan kecuali taqwa. Dan Allah tidak menampilkan ketaqwaan seseorang. Jadi, pada hakikatnya, tidak ada alasan bagi manusia untuk berbangga diri. Kita ini terbuat dari tanah, dan kita harus belajar pada tanah. Tanah itu subur, menumbuhkan, tabah, lembut, teguh. Meskipun ia ada di bawah, tapi ia sejatinya memiliki begitu banyak peran.
Seutama-utama ibadah adalah merendahkan hati, tawadhu.

***Ingatlah ketika Siti Hajar ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim,
"Apakah ini perintah Allah?"
"Ya"
"Pergilah, kalau ini perintah Allah, sekali-kali Allah tidak akan menyia-nyiakan kami."
Setiap kita pasti akan diuji. Dan yakinlah, Ia tidak menciptakan ujian melainkan ada solusinya.

***Doa itu bukan soal dikabulkan,
tapi soal seberapa luas ia memberkahi

***Ingatlah doa istri imron, cita-cita untuk anaknya. 
Robbi innii nadzartu laka maa fii bathnii muharroron.... Ya Allah, sesungguhnya aku menadzarkan anakku untuk menjai pelayanMu dan bagi rumah-Mu.
Yuk bangun peradaban yang cinta masjid. Jadilah takmir masjid yang punya bisnis property, takmir masjid yang punya perusahaan tambang,, takmir masjid yang....

***"...min anfusikum azwajaa.."
istri adalah bagian dari suami. Suami adalah bagian dari istri. Satu jiwa. Dua belahan yang saling menggenapkan. Jangan ada yang mencari seseorang yang sempurna. Karena kita semua diciptakan tidak sempurna untuk saling menyempurnakan.

*** menikah itu harus menjadi nafas.
memberikan daya hidup bagi lingkungan. Karena menikah itu adalah agar engkau mampu menjaga kesucian, agar engkau cenderung padanya. Tenteram dengan kehadiran dan dengan terpisahnya. Tentram ketika bersama maupun berpisah.


##ustadz cahyadi takariawan

Menikah adalah manajemen ketidakcocokan. Mengatur hal-hal yang tidak cocok. Kalau yang sudah cocok si gampang.

Yang terpenting dalam pernikahan adalah menciptakan KESEJIWAAN.
Kebanyakan suami isri hanya sibuk berumah tangga, tapi lupa bersahabat. Yang dibicarakan masalah rumah tangga saja. Listrik mati lah, minyak habis lah, dll

Ketika sepasang suami istri terus bersama hingga tua, yang masih bisa dinikmati adalah kesejiwaan. persahabatan, menumpahkan semua rasa padanya, dan saling nyaman untuk berbagi.

*LDR, tidak ada yang teknologi yang menyembuhkan kerinduan suami dan istri.
Batasnya adalah 4 bulan menurut sayyidina Umar r.a

Ketika kita bekerja, pergilah untuk kepentingan, dan pulanglah untuk cinta dan kesetiaan.

##anak itu lebih percaya apa yang lebih dilihat daripada apa yang didengar.
lebih percaya apa yang dirasakan daripada yang dia dengar.